Gempa dahsyat berkekuatan 8,9 menghantam timur laut Jepang, Jumat siang, dan menyebabkan banyak korban, kebakaran, dan tsunami sekitar 4 meter di sepanjang pantai negara itu. Demikian dilaporkan televisi NHK dan dan banyak media dari seluruh dunia.Setelah gempa berkekuatan 8,9 itu, terjadi sejumlah gempa susulan yang juga kuat dan memicu peringatan tsunami setinggi 10 meter. Gempa tersebut menyebabkan bangunan terguncang di ibu kota Tokyo. Gambar-gambar televisi menunjukkan terjangan bah yang membawa puing-puing bangunan. Televisi NHK memperlihatkan kobaran api dan asap hitam mengepul dari sebuah bangunan di Odaiba, daerah pinggiran Tokyo. Kereta api cepat di utara negara itu pun dihentikan. Asap hitam juga membubung dari kawasan industri di daerah Yokohama Isogo. Tayangan televisi menunjukkan bahwa perahu, mobil, dan truk mengambang di air setelah tsunami menghantam kota Kamaichi di utara Jepang. Sebuah jembatan, lokasinya tidak diketahui, tampak telah runtuh ke dalam air. Kyodo mengatakan, ada laporan tentang kebakaran di kota Sendai di timur laut.

Ini merupakan gempa terburuk yang yang terjadi di negara matahari terbit tersebut tiga dekade terakhir. Pantai Pasifik di timur laut Jepang, yang disebut Sanriku, telah menderita akibat gempa dan tsunami pada masa yang lalu. Rabu lalu, daerah itu dilanda gempa berkekuatan 7,2 SR. Tahun 1933, gempa berkekuatan 8,1 SR di daerah tersebut menewaskan lebih dari 3.000 orang. Badan Survei Geologi AS (USGS) sebelumnya menyatakan bahwa gempa tersebut berkekuatan 7,9 dan berpusat di kedalaman 24,3 km sekitar 130 km di sebelah timur Sendai, di pulau utama Honshu. Namun, badan itu kemudian menyatakan bahwa gempa berkekuatan 8,9. Gempa bumi merupakan hal biasa di Jepang, salah satu daerah seismik paling aktif di dunia. Sekitar 20 persen gempa berkekuatan 6,0 SR atau lebih terjadi di Jepang.




Ditengah keprihatinan akan peristiwa gempa dan Tsunami yang melanda Jepang, kartunis Malaysia (Mohamad Zohri Sukimi) dari "Berita Harian-Malaysia" membuat beberapa pihak menuding penulis dan harian tersebut. Ia membuat karikatur yang menunjukkan Pahlawan Super Ultraman melarikan diri dari kejaran tsunami. Karikatur tersebut dicetak di Berita Harian, surat kabar berbahasa Melayu, pada Minggu (13/3/2011). Akibat dimuatnya karikatur tesebut dikeluhkan oleh para pembacanya sebagai hal yang tidak sensitif terhadap tragedi yang menewaskan ribuan orang itu. Gempa dan tsunami ini merupakan bencana sekaligus tragedi massif yang menewaskan ribuan warga Jepang. Bahkan imbas dari tsunami di Jepang juga menghantam beberapa negara yang berada di wilayah pesisir Pasifik, termasuk Jayapura - Indonesia.
 Jadi wajar jika karikatur tersebut dianggap tidak pantas dan melecehkan rasa kemanusiaan. Apalagi bencana ini bisa dianggap sebagai bencana dunia.



Koran Berita Harian, Malaysia memuat permintaan maaf pada Senin (14/3/2011) sepanjang enam paragraf yang dicetak di halaman depan koran terbitan Senin. "Kami tidak bermaksud untuk bercanda atau menunjukkan ketidaksensitifan kami terhadap bencana pada Jumat lalu," kata surat kabar tersebut. "Kami merasa sedih atas warga Jepang yang telah kehilangan anggota keluarga dan barang berharga. Ilustrator kami juga ingin meminta maaf atas karikatur yang telah menciptakan kontroversi. Kami sangat bersimpati dengan tragedi itu dan sekali lagi ini meminta maaf atas keluhan akibat dari publikasi karikatur tersebut," menurut pernyataan koran itu. Surat kabar tersebut mengatakan mereka telah menerima telepon dan keluhan melalui jejaring sosial atas kartun itu.
"Memalukan," tulis seorang pembaca bernama Mohammed Azreen dalam kolom komentar di laman Facebook milik Berita Harian.
"Pecat kartunis. Mengapa Anda bisa mempermaikan hal seperti itu," lanjutnya.
"Kartun itu dinilai sama sekali tidak sensitif terhadap warga Jepang," tulis Khairy Jamaluddin dari partai berkuasa Pertubuhan Kebangsaan Melayu Bersatu (UMNO) dalam akun Twitter.
Pihak oposisi telah memulai petisi daring (dalam jaringan) untuk memprotes kartun tersebut.









Sampai sekarang, pasca gempa dan tsunami di negeri elok dgn budaya yg kental dan keindahan bunga sakura-nya, saya masih merinding menyaksikan kengerian akibat tsunami tersebut. Reruntuhan gedung dan rongsokan benda menutupi hampir setiap pemandangan yag saya lihat di tv. Korban jiwa diperirakan sudah mencapai 10.000 jiwa dan masih akan terus bertambah. Sungguh jumlah korban yg fantastis. Belum lagi kerusakan lingkungan dan sumberdaya alamnya. Kerugian moril dan materil yang tak terbayangkan. Nah, bayangkan negara kita yang mengalami hal tersebut, apakah kita akan mencemooh atau bahkan menulis serta membuat hal-hal yang menoreh rasa kemanusiaan? Rasanya memang tidak pantas jika tragedi mengerikan semacam ini dijadikan olok-olokan. Karena itu seperti menertawakan orang yg sedang dilanda musibah.
Tragedi ini menjadi trending topic di twitter selama beberapa hari, bahakan sampai hari ini, yang menunjukkan perhatian dunia kini tertuju ke Jepang. Bukti bahwa bencana ini adalah tragedi kemanusiaan dunia. Namun tetap ada orang-orang jahil yang mungkin lupa atau terlena dengan candaan mereka. Bahkan saya sendiri penah menegur akun twitter yang memparodikan gempa dan tsunami di Jepang dgn Miyabi (bintang porno yang pernah main film di Indonesia). Dan, ada banyak candaan lainnya yang sekiranya sangat tidak pantas dilontarkan atau ditulis untuk bahan lucu-lucucan. Tidak sensitif, atau bahkan tidak etis! Ini keprihatinan dunia, ini moralitas kita sebagai sesama manusia. Ini tentang nilai dan kepantasan bukan tentang kreatifitas atau kebebasan. Bukankah kita di dunia ini semuanya bersaudara?

My deep condolence for every victim of the earthquake and tsunami in Japan. May God will always be weth us. With all of my heart. #prayforjapan

Source: Kompas.com dan beberapa sumber lainnya.

Categories: ,

Leave a Reply

Please leave your comments here. Thanks.